KPU Provinsi Gorontalo terima Penghargaan dari KPU RI

KPU Provinsi Gorontalo terima Penghargaan dari KPU RI

Anggota KPU Provinsi Gorontalo Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM Selvi Katili bersama divisi Hukum dan Pengawasan Ramli Ondang Djau menerima piagam penghargaan oleh KPU RI, masing-masing sebagai Juara 2 yakni KPU Kabupaten Pohuwato dan Juara 3 yakni KPU Kabupaten Bone Bolango  dalam Inovasi Teknologi Informasi Pelaksanaan Coklit Data Pemilih Tingkat Kabupaten/Kota yang diserahkan secara langsung oleh Anggota KPU RI Divisi Data dan Informasi, Viryan Azis pada kegiatan Rapat Koordinasi Evaluasi Pemilihan Umum 2019 dan Pemilihan 2020, Kamis (1/4/2021) di Ritz Carlton Hotel Jakarta.

Viryan mengatakan, penghargaan yang diberikan ini merupakan apresiasi sekaligus motivasi bagi penyelenggara yang giat berinovasi mewujudkan penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan yang semakin efektif dan efisien. Menurut mantan Komisioner KPU Provinsi Kalimantan Barat tersebut, transformasi digital pada pelaksanaan tahapan pencocokan dan penelitian data pemilih Pemilihan Serentak Tahun 2020 akan menghasilkan validitas daftar pemilih yang semakin berkualitas dan mutakhir.

Sementara itu, Anggota KPU Divisi Perencanaan, Data dan Informasi Sophian Rahmola mengutarakan bahwa pada tahapan pencocokan dan penelitian data pemilih Pemilihan Serentak Tahun 2020 KPU Kabupaten Pohuwato dan KPU Kabupaten Bone Bolango menggunakan sistem informasi yang dinamakan e-COKLIT. Lebih lanjut dikatakannya, capaian membanggakan ini merupakan buah inovasi e-COKLIT sebagai komitmen mewujudkan efektivitas pelaksanaan tahapan pencocokan dan penelitian data pemilih berbasis penerapan teknologi informasi.

Seperti diketahui, KPU RI pernah memberikan apresiasi kepada beberapa Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di Kabupaten Pohuwato dan Kabupaten Bone Bolango karena tercepat secara nasional dalam menyelesaikan tahapan coklit pada Pemilihan Serentak Tahun 2020. Hadirnya aplikasi e-COKLIT memudahkan kinerja PPDP dalam melaksanakan tugas pemutakhiran di lapangan yang dapat dimonitoring secara real time oleh pimpinan KPU.

Sophian berharap aplikasi e-COKLIT ini menjadi role model bagi daerah-daerah lainnya dan dapat diterapkan pada Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024 mendatang. Pasalnya, pada gelaran Pemilihan Serentak Tahun 2020 lalu secara nasional hanya ada 3 KPU Kabupaten/Kota yang menerapkan e-Coklit, yaitu KPU Kota Makassar, KPU Kabupaten Pohuwato, dan KPU Kabupaten Bone Bolango.

About The Author

Related posts