Hari Kedua Rakor Evaluasi Sosdiklih dan Parmas, Selvi Paparkan Laporan

Hari Kedua Rakor Evaluasi Sosdiklih dan Parmas, Selvi Paparkan Laporan

Rapat Koordinasi Evaluasi Kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih pada Pemilihan Serentak Tahun 2020 dalam rangka Peningkatan Partisipasi Masyarakat kembali dilanjutkan, Rabu (03/02/2021). Di hari kedua ini, KPU Provinsi Gorontalo mendapat giliran mempresentasikan Laporan Evaluasi Partisipasi Pemilih pada Pemilihan Serentak Tahun 2020.

 

Anggota KPU Provinsi Gorontalo, Selvi Katili yang memaparkannya. Pengampu Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM tersebut menyajikan data partisipasi pemilih pada Pemilihan Serentak Tahun 2020, program unggulan kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih, pemanfaatan Rumah Pintar Pemilu, data lembaga survey/hitung cepat/pemantau Pemilihan, inventarisasi permasalahan sebagai bahan evaluasi, serta rencana kerja kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih tahun 2021.

 

“Ini merupakan data yang juga kami himpun dari 3 KPU Kabupaten (Pohuwato, Bone Bolango, dan Gorontalo), alhamdulillah 3 daerah penyelenggara Pemilihan Serentak Tahun 2020 berhasil melampaui target partisipasi pemilih yang ditetapkan secara nasional,” jelas Selvi.

 

Sebagaimana diketahui, 3 daerah penyelenggara Pemilihan Serentak Tahun 2020 di Provinsi Gorontalo berhasil melampaui target partisipasi pemilih nasional yang ditetapkan sebesar 77,5%, yang mana Kabupaten Gorontalo berhasil mencapai angka 81,82%, Kabupaten Bone Bolango 88,46%, dan Kabupaten Pohuwato 87,94%, atau total rata-rata Provinsi adalah 84,60%. Hal ini menjadikan Provinsi Gorontalo masuk ke dalam 3 besar daerah dengan predikat tingkat partisipasi pemilih tertinggi se-Indonesia pada gelaran Pemilihan Serentak Tahun 2020.

 

Tak hanya itu, pada penyelenggaraan Pemilihan Serentak Tahun 2020 ini terjadi peningkatan partisipasi pemilih dibandingkan dengan Pemilihan Tahun 2015. Menurutnya, ini merupakan buah kesungguhan para penyelenggara di tingkat daerah hingga badan adhoc, serta dukungan yang diberikan oleh seluruh stakeholder dalam pelaksanaan sosialisasi dan pendidikan pemilih secara masif dan berkesinambungan, tentunya dengan berbagai kreativitas program yang mampu memikat hati pemilih.

 

Kendati demikian, srikandi penyelenggara Pemilu di Provinsi Gorontalo itu tak memungkiri bahwa masih terdapat sejumlah permasalahan pada pelaksanaan sosialisasi dan pendidikan pemilih yang harus dibenahi agar pada Pemilu/Pemilihan berikutnya selain dapat mendulang angka partisipasi pemilih yang tinggi, namun juga menumbuhkan kesadaran politik masyarakat.

 

Terkait rencana kerja sosdiklih 2021, Selvi mengatakan, KPU Provinsi Gorontalo memiliki program kegiatan yaitu Desa Melek Politik. Nantinya, akan ditentukan desa yang akan menjadi pilot project berdasarkan kriteria seperti tingkat partisipasi rendah, rawan pelanggaran, dan lain sebagainya. Adapun sasaran basis pemilih dari program ini adalah masyarakat umum.

 

“Harapannya, masyarakat dapat memahami hakikat partisipasi pada penyelenggaraan Pemilu/Pemilihan, yang berbasis kesadaran, bukan sekadar mobilisasi”, tutup Selvi.

About The Author

Related posts